Free Sex, Watch out girls! Now at Jogja
Well..
Sebenernya ini bukan lagi berita baru, soalnya udah banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang emang peduli soal ginian membahas masalah ini. Pergaulan bebas di Jogjakarta..
Waktu aku tahu ternyata Jogja, yang seyogyanya adalah kota pelajar yang mumpuni, ternyata udah ternoda. Bahkan menurut penelitian dari Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora (LSCK PUSBIH) tercatat hampir 97,05 % mahasiswi di Jogja yang udah hilang keperawanannya saat kuliah.
Lebih mencengangkan lagi nih data yang lainnya adalah sebesar 93,7 % pernah berciuman, petting, dan oral sex , 62,7 % Remaja usia SMP tidak perawan dan 21,2 % Siswi SMU pernah aborsi yang ini data menurut hasil KOMNAS Perlindungan Anak terhadap 4500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007.
Melihat kenyataan seperti itu, aku sempat ragu juga buat kuliah di Jogja. Soalnya aku udah keterima di salah satu universitas swasta favorit di sana, Sanata Dharma. Tapi, di Pontianak aja gak kalah sebenarnya dengan Jogja, pergaulan bebasnya. Malah, orang-orang yang aku kenal udah sering tuh melakukan free sex sampai aborsi, dan itu semua mereka lakukan tanpa ada paksaan!
Sebenernya aku bingung aja, gals. Kenapa ya mereka dengan mudahnya mau melakukan free sex, malah ada yang mengatakan kalau gak ciuman ( itu minimal loh!) dengan pacar, entar hubungan pacarannya gak akan langgeng, walah.
Sekarang hal yang disorot sih emang kehidupan kos-kosan anak kuliahan. Kos-kosan itu kan identik dengan kebebasan alias “ freedom”, apalagi buat mereka yang udah lama pengen keluar dari kekangan orang tua di rumah, yah kos-kosan bisa jadi sebagai tempat pelampiasan mereka.
Untungnya buat aku, aku sama sekali gak suka yang namanya free sex, kalau nonton sih terus terang pernah, ya iyalah! Nonton dibioskop aja harry potter ada adegan ciumannya, hehehe...
Tapi, sebenarnya kembali lagi kediri kita masing-masing.. terutama sikap keras kita dan iman. Kalau keras baik, seperti aku ini. Keras dalam arti gak mau ngikutin hal-hal begituan! Itu namanya DOSA! Gals! DOSA yang bener-bener berat.
Aku punya kenalan yang bahkan udah melakukan aborsi! Gila gak tuh, dia musti membuang nyawa bayi yang gak berdosa hanya untuk membenarkan apa yang udah dia lakukan.. aku miris banget dengarnya, soalnya orang yang aku kenal ternyata tega berbuat seperti itu, aku kira aborsi itu hanya dilakukan anak-anak yang nakal, ternyata dia yang selama ini baik telah berbuat hal seperti itu.. dan itu ada di sekitar aku...
Waktu aku mengikuti pembinaan kepribadian saat SMA, aku diperlihatkan proses aborsi yang begitu mengerikan! Gak usah di ceritain detail deh, yang pasti abis aku nonton itu aku langsung nangis dan mual-mual gak mau makan, nah bisa bayangkan kan betapa menjijikkannya aborsi itu?
Bahkan hampir 80 persen wanita yang melakukan aborsi paksa itu harus kehilangan nyawanya! Masih beruntung temanku itu, walaupun dia hampir sekarat juga, dan dia mengira waktu itu dia udah mati karena kehilangan banyak darah...
Pengalaman temanku itu aku jadikan pelajaran yang benar-benar penting dan berarti buatku. Untungnya dia masih bisa menyimpan rapi rahasia terbesar dalam hidupnya itu dari semua orang, termasuk keluarganya, sehingga dia gak perlu kehilangan masa depannya, kecuali keperawanannya..
Dan pacarnya? Tentu aja dia meninggalkan temanku itu dan enggak mau bertanggung jawab. Udah pasti kan, cowok itu Cuma mau enaknya aja pas ngelakuin itu, tapi hasilnya? Who want ?
Nah, dengan adanya data dan kenyataan kalau Jogjakarta udah tercemar karena free sex tetap gak menyurutkan niatku untuk tetap belajar ke kota pelajar itu. Soalnya, Jogjakarta juga udah terbukti bagus kan pendidikannya? Kenapa harus terganggu dengan kenyataan free sex seperti itu?
Memang, kenyataan tersebut harus tetap kita jadikan buat pegangan, kalau Jogja itu udah gak seaman dulu, tapi yang terpenting adalah membentengi diri sendiri! Menahan diri dari segala godaan negatif yang bisa merusak kita.
Ini ada tips yang mungkin bisa kalian lakukan :
- Milikilah sikap tegas terhadap diri sendiri, tidak hanya buat orang lain. Tegas terhadap diri sendiri itu perlu, untuk menjaga supaya hal-hal negatif gak datang ke kita. Tegas dalam menentukan sikap dan tindakan. Tegas untuk bisa memilih, mana yang bagus, mana yang enggak.
- Bergaulah dengan sehat! Kita boleh kok mengenal siapa aja, tapi kita harus menentukan batasan-batasan tertentu buat kita sendiri. Hal ini bisa menjaga kita untuk tetap eksis tapi gak terjerumus. Karena pengaruh baik ataupun buruk bermula dari pergaulan.
- Kuatkan iman! Jika kita jauh dari keluarga yang selalu menjaga kita, Tuhanlah penjaga kita selama kita di tempat yang baru. Perbanyak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan, niscaya kita akan bisa membentengi diri dari pengaruh jelek.
- Fokus dan Seriuslah! Jika kamu sedang menjalani pendidikan, fokus ke situ aja. Gak usah mikirin yang aneh-aneh. Kita kan sekolah buat cari ilmu bukan cari masalah.
- Selalu berfikir sebelum bertindak. Kalau pacar kamu mengajak kamu melakukan hal-hal yang mengarah pada free sex, segera hentikan dia! Kamu harus memberi pengertian kepadanya kalau free sex gak akan membuat hubungan semakin baik, justru akan semakin buruk. Kalau si dia masih gak nerima, udah! PUTUS aja!
- Perbanyak kegiatan organisasi. Semakin kita sibuk, semakin kita akan jauh dari hal-hal seperti free sex dan juga ikuti kegiatan-kegiatan yang bisa ngembangin hobi kamu!
- Dan yang paling penting untuk diingat! Sebagai manusia biasa, kita hanya bisa hidup 1 kali! Dan bagi kamu gals yang emang percaya adanya Tuhan, Ia gak bakal mau nerima kamu hidup abadi berbahagia si sisiNya kalau kamu melakukan perbuatan gak terpuji itu! Ingatlah, tujuan kita hidup itu hanya satu “ Untuk bisa masuk SURGA”. Jadi, lakukanlah banyak hal baik sebelum hari itu datang.
So gals... ini adalah pandangan aku tentang free sex, khususnya di Jogjakarta. Untuk akibat –akibat lainnya, nanti aku postingkan lagi, ok? Semoga kalian bisa menyikapi dengan bijak arti “free sex” itu. Bye!

0 Comment:
Posting Komentar